Wednesday, April 3, 2019

PERKEMBANGAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA

makalah ini disusun berdasarkan pasal 28E ayat 3 yang berbunyi: Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat


KATA PENGANTAR



Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya makalah yang berjudul “Perkembangan Partai Politik di Indonesia” ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. makalah ini disusun sebagai tugas untuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.


Keberhasilan penulis dalam penulisan makalah ini tentunya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.


Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan yang masih perlu diperbaiki, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini, sehingga dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.



Jakarta, 8 Maret 2010


Penulis


BAB I


PENDAHULUAN


Berkembangnya aspirasi-aspirasi politik baru dalam suatu masyarakat, yang disertai dengan kebutuhan terhadap partisipasi politik lebih besar, derngan sendirinya menuntut pelembagaan sejumlah saluran baru, diantaranya melalui pembentukan partai politik baru. Tetapi pengalaman di beberapa negara dunia ketiga menunjukkan, pembentukan partai baru tidak akan banyak bermanfaat, kalau sistem kepartaiannya sendiri tidak ikut diperbaharui.


Suatu sistem kepartaian baru disebut kokoh dan adaptabel, kalau ia mampu menyerap dan menyatukan semua kekuatan sosial baru yang muncul sebagai akibat modernisasi. Dari sudut pandang ini, jumlah partai hanya akan menjadi penting bila ia mempengaruhi kapasitas sistem untuk membentuk saluran-saluran kelembagaan yang diperlukan guna menampung partisipasi politik. Sistem kepartaian yang kokoh, sekurang-kurangnya harus memiliki dua kapasitas. Pertama, melancarkan partisipasi politik melalui jalur partai, sehingga dapat mengalihkan segala bentuk aktivitas politik anomik dan kekerasan. Kedua, mengcakup dan menyalurkan partisipasi sejumlah kelompok yang baru dimobilisasi, yang dimaksudkan untuk mengurangi kadar tekanan kuat yang dihadapi oleh sistem politik. Dengan demikian, sistem kepartaian yang kuat menyediakan organisasi-organisasi yang mengakar dan prosedur yang melembaga guna mengasimilasikan kelompok-kelompok baru ke dalam sistem politik.



BAB II


ISI


1. Definisi Partai Politik


Partai politik yaitu organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus. Definisi lainnya adalah kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama.


Sedangkan definisi partai politik menurut ilmuwan politik yaitu:


Friedrich : partai politik sebagai kelompok manusia yang terorganisasikan secara stabil dengan tujuan untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan bagi pemimpin partainya, dan berdasarkan kekuasaan tersebut akan memberikan kegunaan materil dan idil kepada para anggotanya.


Soltau : partai politik sebagai kelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisasikan, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk memilih, bertujuan untuk menguasai pemerintahan dan menjalankan kebijakan umum yang mereka buat.


Tujuan dari pembentukan partai polik ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik – (biasanya) dengan cara konstitusionil – untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka


2. Fungsi Partai Politik


Partai politik menjalankan fungsi sebagai alat mengkomunikasikan pandangan dan prinsip-prinsip partai, program kerja partai, gagasan partai dan sebagainya. Agar anggota partai dapat mengetahui prinsip partai, program kerja partai atau pun gagasan partainya untuk menciptakan ikatan moral pada partainya, komunikasi politik seperti ini menggunakan media partai itu sendiri atau media massa yang mendukungnya.


  • Partai sebagai sarana komunikasi politik. Partai menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat. Partai melakukan penggabungan kepentingan masyarakat (interest aggregation) dan merumuskan kepentingan tersebut dalam bentuk yang teratur (interest articulation). Rumusan ini dibuat sebagai koreksi terhadap kebijakan penguasa atau usulan kebijakan yang disampaikan kepada penguasa untuk dijadikan kebijakan umum yang diterapkan pada masyarakat.

  • Partai sebagai sarana sosialisasi politik. Partai memberikan sikap, pandangan, pendapat, dan orientasi terhadap fenomena (kejadian, peristiwa dan kebijakan) politik yang terjadi di tengah masyarakat. Sosialisi politik mencakup juga proses menyampaikan norma-norma dan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bahkan, partai politik berusaha menciptakan image (citra) bahwa ia memperjuangkan kepentingan umum.

  • Partai politik sebagai sarana rekrutmen politik. Partai politik berfungsi mencari dan mengajak orang untuk turut aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota partai.

  • Partai politik sebagai sarana pengatur konflik. Di tengah masyarakat terjadi berbagai perbedaan pendapat, partai politik berupaya untuk mengatasinya. Namun, semestinya hal ini dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi atau partai itu sendiri melainkan untuk kepentingan umum.

3. Tujuan Pembentukan Partai Politik


Tujuan dari pembentukan partai politik menurut Undang-undang no.2 tahun 2008 tentang partai politik, yaitu


  • mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pembukaan undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945

  • menjaga dan memelihara keutuhan negara kesatuan republik Indonesia

  • mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam negara kesatuan republik Indonesia

  • mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

  • meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan

  • memperjuangkan cita-cita partai politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

  • membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

Selain itu ada juga tujuan partai politik menurut basis sosial dibagi menjadi empat tipe yaitu :


  • Partai politik berdasarkan lapisan masyarakat yaitu bawah, menengah dan lapisan atas.

· Partai politik berdasarkan kepentingan tertentu yaitu petani, buruh dan pengusaha.


  • Partai politik yang didasarkan pemeluk agama tertentu.

  • Partai politik yang didasarkan pada kelompok budaya tertentu.

4. Sejarah Terbentuknya Partai Politik


di Dunia


Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat bersamaan dengan gagasan bahwa rakyat merupakan fakta yang menentukan dalam proses politik. Dalam hal ini partai politik berperan sebagai penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di lain pihak. Maka dalam perkembangannya kemudian partai politik dianggap sebagai menifestasi dari suatu sistem politik yang demokratis, yang mewakili aspirasi rakyat.


Pada permulaannya peranan partai politik di negara-negara Barat bersifat elitis dan aristokratis, dalam arti terutama mempertahankan kepentingan golongan bangsawan terhadap tuntutan raja, namun dalam perkembangannya kemudian peranan tersebut meluas dan berkembang ke segenap lapisan masyarakat. Hal ini antara lain disebabkan oleh perlunya dukungan yang menyebar dan merata dari semua golongan masyarakat. Dengan demikian terjadi pergeseran dari peranan yang bersifat elitis ke peranan yang meluas dan populis.


Perkembangan selanjutnya adalah dari Barat, partai politik mempengaruhi dan berkembang di negara-negara baru, yaitu di Asia dan Afrika. Partai politik di negara-negara jajahan sering berperan sebagai pemersatu aspirasi rakyat dan penggerak ke arah persatuan nasional yang bertujuan mencapai kemerdekaan. Hal ini terjadi di Indonesia (waktu itu masih Hindia Belanda) serta India. Dan dalam perkembanganya akhir-akhir ini partai politik umumnya diterima sebagai suatu lembaga penting terutama di negara-negara yang berdasarkan demokrasi konstitusional, yaitu sebagai kelengkapan sistem demokrasi suatu negara.



Di Indonesia


Perkembangan partai politik di Indonesia dapat digolongkan dalam beberapa periode perkembangan, dengan setiap kurun waktu mempunyai ciri dan tujuan masing-masing, yaitu : Masa penjajahan Belanda, Masa pedudukan Jepang dan masa merdeka.



Masa penjajahan Belanda.


Masa ini disebut sebagai periode pertama lahirnya partai politik di Indoneisa (waktu itu Hindia Belanda). Lahirnya partai menandai adanya kesadaran nasional. Pada masa itu semua organisasi baik yang bertujuan sosial seperti Budi Utomo dan Muhammadiyah, ataupun yang berazaskan politik agama dan sekuler seperti Serikat Islam, PNI dan Partai Katolik, ikut memainkan peranan dalam pergerakan nasional untuk Indonesia merdeka.


Kehadiran partai politik pada masa permulaan merupakan menifestasi kesadaran nasional untuk mencapai kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Setelah didirikan Dewan Rakyat , gerakan ini oleh beberapa partai diteruskan di dalam badan ini. Pada tahun 1939 terdapat beberapa fraksi di dalam Dewan Rakat, yaitu Fraksi Nasional di bawah pimpinan M. Husni Thamin, PPBB (Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi Putera) di bawah pimpinan Prawoto dan Indonesische Nationale Groep di bawah pimpinan Muhammad Yamin.


Di luar dewan rakyat ada usaha untuk mengadakan gabungan partai politik dan menjadikannya semacam dewan perwakilan rakyat. Pada tahun 1939 dibentuk KRI (Komite Rakyat Indoneisa) yang terdiri dari GAPI (Gabungan Politik Indonesia) yang merupakan gabungan dari partai-partai yang beraliran nasional, MIAI (Majelis Islami) yang merupakan gabungan partai-partai yang beraliran Islam yang terbentuk tahun 1937, dan MRI (Majelis Rakyat Indonesia) yang merupakan gabungan organisasi buruh.


Masa pendudukan Jepang


Pada masa ini, semua kegiatan partai politik dilarang, hanya golongan Islam diberi kebebasan untuk membentuk partai Masyumi, yang lebih banyak bergerak di bidang sosial.


Masa Merdeka (mulai 1945).


Beberapa bulan setelah proklamsi kemerdekaan, terbuka kesempatan yang besar untuk mendirikan partai politik, sehingga bermunculanlah parti-partai politik Indonesia. Dengan demikian kita kembali kepada pola sistem banyak partai.


Pemilu 1955 memunculkan 4 partai politik besar, yaitu : Masyumi, PNI, NU dan PKI. Masa tahun 1950 sampai 1959 ini sering disebut sebagai masa kejayaan partai politik, karena partai politik memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara melalui sistem parlementer. Sistem banyak partai ternyata tidak dapat berjalan baik. Partai politik tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik, sehingga kabinet jatuh bangun dan tidak dapat melaksanakan program kerjanya. Sebagai akibatnya pembangunan tidak dapat berjaan dengan baik pula. Masa demokrasi parlementer diakhiri dengan Dekrit 5 Juli 1959, yang mewakili masa masa demokrasi terpimpin.


Pada masa demokrasi terpimpin ini peranan partai politik mulai dikurangi, sedangkan di pihak lain, peranan presiden sangat kuat. Partai politik pada saat ini dikenal dengan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang diwakili oleh NU, PNI dan PKI. Pada masa Demokrasi Terpimpin ini nampak sekali bahwa PKI memainkan peranan bertambah kuat, terutama memalui G 30 S/PKI akhir September 1965).


Setelah itu Indonesia memasuki masa Orde Baru dan partai-partai dapat bergerak lebih leluasa dibanding dengan msa Demokrasi terpimpin. Suatu catatan pada masa ini adalah munculnya organisasi kekuatan politik bar yaitu Golongan Karya (Golkar). Pada pemilihan umum thun 1971, Golkar munculsebagai pemenang partai diikuti oleh 3 partai politik besar yaitu NU, Parmusi (Persatuan Muslim Indonesia) serta PNI.


Pada tahun 1973 terjadi penyederhanaan partai melalui fusi partai politik. Empat partai politik Islam, yaitu : NU, Parmusi, Partai Sarikat Islam dan Perti bergabung menjadi Partai Persatu Pembangunan (PPP). Lima partai lain yaitu PNI, Partai Kristen Indonesia, Parati Katolik, Partai Murba dan Partai IPKI (ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) bergabung menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Maka pada tahun 1977 hanya terdapat 3 organisasi keuatan politik Indonesia dan terus berlangsung hinga pada pemilu 1997. Setelah gelombang reformasi terjadi di Indonesia yang ditandai dengan tumbangnya rezim Suharto, maka pemilu dengan sistem multi partai terus berlanjut hingga pemilu 2004 nanti.


Berikut ini adalah nama-nama partai politik yang mengikuti pemilu




Pemilu 1955


Pemilu 1955 diikuti oleh 172 kontestan partai politik. Empat partai terbesar diantaranya adalah: PNI (22,3 %), Masyumi (20,9%), Nahdlatul Ulama (18,4%), dan PKI (15,4%).


Pemilu 1971


Pemilu 1971 diikuti oleh 10 kontestan, yaitu:


Partai Katolik


Partai Syarikat Islam Indonesia


Partai Nahdlatul Ulama


Partai Muslimin Indonesa


Golongan Karya


Partai Kristen Indonesia


Partai Musyawarah Rakyat Banyak


Partai Nasional Indonesia


Partai Islam PERTI


Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia



Pemilu 1977-1997


Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997 diikuti oleh 3 kontestan yang sama, yaitu:


Partai Persatuan Pembangunan, Golongan Karya, dan Partai Demokrasi Indonesia


Pemilu 1999


Pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik, yaitu:


1. Partai Indonesia Baru


2. Partai Kristen Nasional Indonesia


3. Partai Nasional Indonesia – Supeni


4. Partai Aliansi Demokrat Indonesia


5. Partai Kebangkitan Muslim Indonesia


6. Partai Ummat Islam


7. Partai Kebangkitan Ummat


8. Partai Masyumi Baru


9. Partai Persatuan Pembangunan


10. Partai Syarikat Islam Indonesia


11. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan


12. Partai Abul Yatama


13. Partai Kebangsaan Merdeka


14. Partai Demokrasi Kasih Bangsa


15. Partai Amanat Nasional


16. Partai Rakyat Demokratik


17. Partai Syarikat Islam Indonesia 1905


18. Partai Katolik Demokrat


19. Partai Pilihan Rakyat


20. Partai Rakyat Indonesia


21. Partai Politik Islam Indonesia Masyumi


22. Partai Bulan Bintang


23. Partai Solidaritas Pekerja


24. Partai Keadilan


25. Partai Nahdlatul Ummat


26. Partai Nasional Indonesia – Front Marhaenis


27. Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia


28. Partai Republik


29. Partai Islam Demokrat


30. Partai Nasional Indonesia – Massa Marhaen


31. Partai Musyawarah Rakyat Banyak


32. Partai Demokrasi Indonesia


33. Partai Golongan Karya


34. Partai Persatuan


35. Partai Kebangkitan Bangsa


36. Partai Uni Demokrasi Indonesia


37. Partai Buruh Nasional


38. Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong


39. Partai Daulat Rakyat


40. Partai Cinta Damai


41. Partai Keadilan dan Persatuan


42. Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia


43. Partai Nasional Bangsa Indonesia


44. Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia


45. Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia


46. Partai Nasional Demokrat


47. Partai Ummat Muslimin Indonesia


48. Partai Pekerja Indonesia



Pemilu 2004


1. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme


Didirikan: Jakarta, 20 Mei 2002


Asas: Marhaenisme Ajaran Bung Karno


Ketua Umum: DM Sukmawati Soekarnoputri


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 24 provinsi


2. Partai Buruh Sosial Demokrat Indonesia


Didirikan: Jakarta, 1 Mei 2001


Asas: Pancasila dan UUD 1945


Ketua Umum: Muchtar Pakpahan


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 22 provinsi


3. Partai Bulan Bintang


Didirikan: Jakarta, 17 Juli 1998


Asas: Islam


Ketua Umum: Hamdan Zoelvan


Keterangan: Electoral Threshold


4. Partai Merdeka


Didirikan: Jakarta, 10 Oktober 2002


Asas: Pancasila


Ketua Umum: Adi Sasono


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 22 provinsi


5. Partai Persatuan Pembangunan


Didirikan: Jakarta, 5 Januari 1973


Asas: Islam


Ketua Umum: Hamzah Haz


Keterangan: Electoral Threshold


6. Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan


Didirikan: Jakarta, 23 Juli 2002


Asas: Pancasila


Ketua Umum: M Ryaas Rasyid


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 23 provinsi


7. Partai Perhimpunan Indonesia Baru


Didirikan: Jakarta, 23 September 2002


Asas: Keadilan, Demokrasi, dan Kemakmuran


Ketua Umum: Sjahrir


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 22 provinsi


8. Partai Nasional Banteng Kemerdekaan


Didirikan: Jakarta, 27 Juli 2002


Asas: Marhaenisme Ajaran Bung Karno


Ketua Umum: Eros Djarot


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 21 provinsi


9. Partai Demokrat


Didirikan: Jakarta, 9 September 2001


Asas: Pancasila


Ketua Umum: S Budhisantoso


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 25 provinsi


10. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia


Didirikan: Jakarta, 9 September 2002


Asas: Pancasila


Ketua Umum: Jend TNI (Purn) Edi Sudrajat


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 23 provinsi


11. Partai Penegak Demokrasi Indonesia


Didirikan: Jakarta, 10 Januari 2003


Asas: Pancasila


Ketua Umum: H Dimmy Haryanto


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 21 provinsi


12. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia


Didirikan: Jakarta, 5 Maret 2003


Asas: Islam


Ketua Umum: KH Syukron Ma’mun


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 22 provinsi


13. Partai Amanat Nasional


Didirikan: Jakarta, 23 Agustus 1998


Asas: Pancasila


Ketua Umum: Soetrisno Bachir


Keterangan: Electoral Threshold


14. Partai Karya Peduli Bangsa


Didirikan: Jakarta, 9 September 2002


Asas: Pancasila


Ketua Umum: Jend TNI (Purn) HR Hartono


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 23 provinsi


15. Partai Kebangkitan Bangsa


Didirikan: Jakarta, 23 Juli 1998


Asas: Pancasila


Ketua Umum: Alwi Abdurrahman Shihab


Keterangan: Electoral Threshold


16. Partai Keadilan Sejahtera


Didirikan: Jakarta, 20 April 2002


Asas: Islam


Ketua Umum: Tifatul Sembiring


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 23 provinsi


17. Partai Bintang Reformasi


Didirikan: Jakarta, 20 Januari 2002


Asas: Islam


Ketua Umum: KH Zainuddin MZ


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 23 provinsi


18. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan


Didirikan: Jakarta, 10 Januari 1973


Asas: Pancasila


Ketua Umum: Megawati Soekarnoputri


Keterangan: Electoral Threshold


19. Partai Damai Sejahtera


Didirikan: Jakarta, 1 Oktober 2001


Asas: Pancasila


Ketua Umum: Ruyandi Hutasoit


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 21 provinsi


20. Partai Golongan Karya


Didirikan: Jakarta, 20 Oktober 1964


Asas: Pancasila


Ketua Umum: Jusuf Kalla


Keterangan: Electoral Threshold


21. Partai Patriot Pancasila


Didirikan: Jakarta, 1 Juni 2001


Asas: Pancasila


Ketua Umum: KRMH Japto S Soerjosoemarno


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 21 provinsi


22. Partai Sarikat Indonesia


Didirikan: Surabaya, 17 Desember 2002


Asas: Pancasila


Ketua Umum: H Rahardjo Tjakraningrat


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 22 provinsi


23. Partai Persatuan Daerah


Didirikan: Jakarta, 18 November 2002


Asas: Pancasila


Ketua Umum: Oesman Sapta


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 21 provinsi


24. Partai Pelopor


Didirikan: Jakarta, 29 November 2002


Asas: Pancasila


Ketua Umum: Rachmawati Soekarnoputri


Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 21 provinsi



Pemilu 2009


Pemilu 2009 diikuti oleh 38 partai politik nasional dan 6 partai politik lokal Aceh, yaitu:


Partai politik nasional:


1. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)


2. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)*


3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI)


4. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)


5. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)


6. Partai Barisan Nasional (Barnas)


7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)*


8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)*


9. Partai Amanat Nasional (PAN)*


10. Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB)


11. Partai Kedaulatan


12. Partai Persatuan Daerah (PPD)


13. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)*


14. Partai Pemuda Indonesia (PPI)


15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme)*


16. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)


17. Partai Karya Perjuangan (PKP)


18. Partai Matahari Bangsa (PMB)


19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)*


20. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)*


21. Partai Republika Nusantara (RepublikaN)


22. Partai Pelopor*


23. Partai Golongan Karya (Golkar)*


24. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)*


25. Partai Damai Sejahtera (PDS)*


26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK Indonesia)


27. Partai Bulan Bintang (PBB)*


28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)*


29. Partai Bintang Reformasi (PBR)*


30. Partai Patriot


31. Partai Demokrat*


32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI)


33. Partai Indonesia Sejahtera (PIS)


34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)


41. Partai Merdeka


42. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI)


43. Partai Sarikat Indonesia (PSI)


44. Partai Buruh


Partai Aceh:


35. Partai Aceh Aman Seujahtra (PAAS)[2]


36. Partai Daulat Aceh (PDA)


37. Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA)


38. Partai Rakyat Aceh (PRA)[3]


39. Partai Aceh (PA)


40. Partai Bersatu Aceh (PBA)


Catatan : Tanda * menandakan partai yang mendapat kursi di DPR pada Pemilu 2004



Potret Partai Politik Masa Kini


Ideologi bagi partai adalah suatu idealisme yang menjadi garis besar bagi kegiatan dan organisasi partai. Bisa jadi karena identitas yang kurang kuat inilah, partai Indonesia secara umum masih mencari jati dirinya. Sangat sulit membedakan partai-partai Indonesia–selain dengan mengelompokkan mereka dalam kelompok partai agamis dan sekuler. Dari segi ini pun terkadang ada partai yang terlihat berusaha menggabungkan kedua unsur ini. Partai Amanat Nasional, misalnya, berusaha menggabungkan citra nasionalisnya dengan kedekatannya terhadap Muhammadiyah. Lemahnya ideologi bahkan bisa dilihat dalam partai-partai utama. Partai besar, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pun masih amat bergantung pada karisma Mbak Mega (Megawati Soekarnoputri) untuk menarik pendukung. Padahal, demi kelangsungan organisasinya, partai ini seharusnya sudah bisa “mengalihkan” dukungan terhadap pemimpin menjadi dukungan terhadap identitas dan organisasi partai.


Dilihat dari kacamata organisasi fisik, partai-partai kita juga masih sangat lemah. Di tingkat masyarakat, hanya partai-partai besar yang mampu terus eksis di luar masa kampanye dan pemilu. Kebanyakan partai masih “tidur” kalau tidak ada pemilu, dan cabang-cabang mereka juga tutup. Kemampuan untuk tetap aktif sangat bergantung pada kapasitas cabang partai dan komitmen pemimpin di tingkat lokal. Lagi pula, cabang lokal juga sangat bergantung pada ketersediaan dana untuk tetap mengadakan aktivitas. Sebagian besar partai juga masih mengontrak kantor cabangnya, dan hanya partai Orde Baru yang punya kantor tetap. Walhasil, kalau mereka sulit mendapat kontrakan, aktivitas juga terhenti dan partai menjadi vakum.


Dengan kapasitas organisasi yang seperti ini, sangat sulit bagi partai politik Indonesia membangun hubungan yang stabil dengan para pendukung dan anggotanya. Dari segi rekrutmen, partai-partai besar biasanya hanya mengandalkan pada suara yang didapat pada pemungutan suara sebelumnya. Partai-partai seperti PDIP dan Golkar kurang mementingkan rekrutmen dan lebih menggantungkan diri pada popularitas partainya saat pemilu. Adapun partai-partai muda, seperti PKS dan PAN, memang memprioritaskan rekrutmen anggota baru, tetapi kemampuan mereka untuk merekrut sangatlah berbeda. PKS terlihat lebih mampu untuk konsisten menjalankan program rekrutmen, sedangkan PAN tertatih-tatih untuk mempertahankan eksistensinya di tingkat lokal. Hanya dengan komitmen para kadernya, cabang PAN dapat tetap bertahan tetapi aktivitasnya sangat terbatas. Dengan manajemen anggota yang semacam ini, tidaklah mengherankan bahwa partai biasanya mengejar produk “jadi” dari selebritas sebagai calon anggota legislatif mereka. Memang tren ini menandakan ketidakmampuan dan kemalasan partai untuk mendidik dan memupuk kadernya sendiri. Tapi bisa juga ini karena kegagalan partai untuk berkembang pada masa lalu, dan pada masa reformasi ini pun mereka juga masih dalam tahap awal perkembangannya. Terutama bagi partai muda, belum ada kader yang siap maju


Jadi, yang diperlukan oleh partai politik bukan hanya dukungan, tapi juga kesabaran pemilih untuk memberikan kesempatan kepada partai politik pilihan mereka. Perjalanan partai politik Indonesia ke arah kemajuan masihlah panjang. Selagi kita belajar tentang demokrasi selama kurang-lebih sepuluh tahun terakhir, partai politik kita juga sedang belajar tentang organisasi dan manajemen. Godaan dan tantangan tentu saja banyak dan sangat mudah bagi partai politik untuk menjadi non-aktif dan kembali ke praktek politik uang. Karena itulah partisipasi pemilih sangatlah penting untuk menyeleksi partai politik yang kurang efisien. Pemilihan Umum 2009 nanti adalah ujian penting bagi kematangan, bukan hanya bagi partai politik, tapi juga bagi pemilih dalam menentukan pilihannya.


BAB III


KESIMPULAN


  • Partai Politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus.

  • Partai Politik di Indonesia pertama kali dibentuk sejak jaman penjajahan Belanda, meskipun system politik di Indonesia bersifat multipartai, namun pada masa orde baru sempat terjadi pemusatan kekuatan sehingga partai politik hanya ada 3 partai politik. Sejak jaman reformasi Indonesia kembali menjadi system multipartai.

  • yang diperlukan oleh partai politik bukan hanya dukungan, tapi juga kesabaran pemilih untuk memberikan kesempatan kepada partai politik pilihan, agar partai politik Indonesia bias menjadi lebih baik lagi dari sekarang.

DAFTAR PUSTAKA


http://one.indoskripsi.com/node/1857


http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_politik


http://djokoyuniarto.multiply.com/journal/item/6/PARTAI_POLITIK


http://www.kamushukum.com/kamushukum_entries.php?_tujuan%20partai%20politik_&ident=9242


http://partaiindonesia.com/index.php/Sejarah-Keikutsertaan-Partai-dalam-Pemilu-Indonesia.html


http://www.pks-jaksel.or.id/Article112.html




Source

Tuesday, April 2, 2019

Pengertian Lambang Pancasila, Isi, dan Arti Butir Paling Lengkap

Pancasila!

Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa

Dua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Tiga, Persatuan Indonesia

Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


Bagi yang masih berada di bangku sekolah, hal ini sering diucapkan. Tiap upacara bendera, pemimpin upacara akan memimpin untuk melakukan pembacaan Pancasila bersama seluruh peserta upacara.


Memang sebagai sebuah ideologi dasar negara Indonesia, Pancasila wajib untuk dipahami oleh semua warga negara Indonesia. Sebab ini merupakan dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air.



Asal Mula Kata Pancasila


Kalau melihat dari asal katanya, nama Pancasila diambil dari bahasa Sansekerta. Panca artinya adalah lima, sedang sila artinya adalah asas atau prinsip. Dengan demikian berarti secara harafiah, Pancasila itu bisa diartikan “lima dasar”. Bahasa Sansekerta sendiri adalah bahasa Indo-Eropa yang tertua dan memiliki riwayat yang panjang. Bahasa ini asalnya dari India.


Nah kembali ke pokok bahasan mengenai Pancasila ya gaes! Kita coba kupas apa sih sebenarnya pengertian Pancasila itu


Pancasila itu bisa dikupas dari banyak sisi. Tapi arti simpelnya tetaplah lima dasar yang menjadi pedoman dan dasar negara. Pancasila ini merupakan dasar filosofis berdirinya negara Indonesia.



Pun para tokoh bangsa ikut andil dalam menyumbangkan pemikirannya mengeai arti Pancasila ini. Berikut ini beberapa definisi atau pengertian Pancasila tersebut.


  • Pancasila menurut Bung Karno adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia.

  • Pancasila menurut Muhammad Yamin (yang menurut Bung Karno disebut sebagai pencetus istilah Pancasila) adalah sendi, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan begitu Pancasila adalah lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik.

Lambang Pancasila Serta Maknanya


Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila. Lambang ini berupa burung Garuda yang di depannya terdapat perisai yang berisi gambar atau logo yang melambangkan kelima sila dalam Pancasila. pada burung garuda ini juga menggenggam tulisan “Bhinneka Tunggal Ika”.


Pada simbol yang terdapat pada perisau itu terdapat gambar bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, padi dan kapas. Tiap simbol ini memiliki artinya masing-masing. Berikut ini penjelasannya.


  1. Gambar bintang merupakan lambang dari sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa. Simbol bintang ini maksudnya adalah sebagai penerang bagi umat manusia. Sehingga dalam berperilaku setiap harinya warga negara Indonesia diharapkan dapat berperilaku yang baik sesuai aturan dan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa.

  2. Gambar rantai merupakan simbol dari sila kedua yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai ini terbuat dari mata rantai segi empat yang saling mengait dan membentuk lingkaran. Makna dari simbol rantai yang berbentuk bundar itu melambangkan perempuan, sementara mata rantai yang bentuknya segi empat melambangkan laki-laki.

    Ini sebagai simbol bahwa baik laki-laki maupun perempuan itu saling membutuhkan. Ketika keduanya bersatu maka itu akan menghasilkan hubungan yang kuat yang berguna bagi kemajuan bangsa nantinya. Mata rantai yang saling mengait itu juga menjadi simbol kuatnya hubungan antar warga negara untuk mau saling tolong-menolong sehingga dapat menjadi dasar bagi tumbuhnya negara Indonesia yang hebat.

  3. Gambar pohon beringin menjadi simbol sila ketiga Persatuan Indonesia. Indonesia diibaratkan seperti “pohon” yang menjadi tempat bernaung seluruh rakyat Indonesia. Di bawah naungan pohon ini setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk memajukan bangsanya.

  4. Gambar kepala banteng menjadi simbol sila keempat Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. Banteng dikenal sebagai makhluk yang senang berkumpul dengan banteng lainnya. Ini sebagai simbol dalam menyelesaikan sebuah persoalan untuk selalu mengutamakan musyawarah.

  5. Gambar padi dan kapas melambangkan sila kelima Keadlian Sosial bagi Sleuruh Rakyat Indonesia. Padi merupakan simbol dari pangan, sedang kapas merupakan simbol dari sandang. keduanya merupakan kebutuhan dasar manusia. Dengan terwujudnya keadilan yang sosial, diharapkan kesejahrteraan bagi seluruh rakyat Indonesia dapat merata.

Dalam lambang Garuda Pancasila itu, burung Garuda mencengkeram pita yang bertulisakan “Bhinneka Tunggal Ika”. Arti tulisan tersebut adalah “berbeda-beda tapi tetap satu jua”. Semboyan ini diambi kita Sutasoma yang diikarang oleh Mpu Tantular, seorang pejangga asal Majapahit yang hidup sekitar abad ke-14. Arti Bhinneka Tunggal Ika itu sebagai semboyan untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, bahasa, bahasa, dan budaya.


Siapa yang Membuat Lambang Garuda?


Lambang Garuda Pancasila itu pertama kali dirancang oleh Sultan Hamid II atau yang memiliki nama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie. Tokoh yang satu ini merupakan Sultan Pontianak yang ke-6. Sultan ini memiliki darah Arab-Indonesia.


Sejarah munculnya Lambang Garuda Pancasila itu berawal ketika Sultan Hamid ini menjadi Menteri Negara Zonder Portofolio. Saat itu ia ditugaskan untuk membuat gambar lambang negara. Kemudian pada 10 januaroi 1950 dibentuklah Panitia Lencana negara yang dikoordinatorinya. Dalam panitia tersebut, bertindak sebagai panitia teknis adalah Muhammad Yamin dan sebagai anggotanya adalah Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir, dan R.M. Ngabehi Poerbatjaraka.


Tugas panitia ini adalah menyeleksi rancangan lambang negara. Saat itu ada dua rancangan yang diajukan yaitu lambang negara karya Sultan Hamid II dan karya M yamin. Pada akhirnya, karya dari Sultan Hamid II ini yang terpilih dan kemudian disempurnakan.


Penyempurnaan yang dilakukan waktu itu, dari karya Sultan hamid II itu di antaranya adalah mengubah genggaman burung Garuda yang awalnya menggenggam pita merah putih digantikan dengan pita putih dengan tulisan “Bhinneka Tunggal Ika”.


Revisi lambang Garuda itu tak berhenti di sana. Gambar Burung Garuda itu asaat itu masih terdapat tangan dan bahu manusia yang memegang perisai. Hal itu kemudian diubah. perubahan lainnya juga terjadi pada Garuda yang belum berjambul dan posisi cakar yang berada di belakang pita. Kemudian peruabahan kembali dilakukan hingga akhirnya menjadi lambang Garuda Pancasila seperti yang kita lihat sekarang ini.


Lambang garuda Pancasila ini pertamakali dikenalkan ke puublik pada 15 februari 1950. Lalu penyempurnaan akhirnya terjadi sekitar sebulan kemudian.


Butir-Butir Pancasila Terbaru berdasar Tap MPR no. I/MPR/2003


Dari lima sila yang terdapat pada pancasila, tiap sila itu dijabarkan lagi ke dalam butir-butir yang menjadi panduan praktis untuk pengamalan Pancasila sehari-hari. Semula, butir-butir Pancasila itu berjumlah 36 butir sesuai dengan Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa. Kemudian sejak tahun 2003, lewat Ketetapan MPR no. I/MPR/2003, butir-butir Pancasila itu menjadi 45 butir.


Berikut ini daftar lengkap butir-butir Pancasila itu.


Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa


  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Terdapat tujuh butir untuk penjelasan sila pertama Pancasila ini. Jika dibandingkan dengan sebelumnya dimana hanya terdapat empat butir, berarti untuk butir pancasila untuk sila pertama yang terbaru ini terdapat penambahan tiga butir. Dengan begitu butir yang lebih lengkap ini diharapkan bisa menjadi pedoman dalam mengamalkan sila pertama Pancasila ini.


Sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab


  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.

  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.

  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Jika sebelumnya hanya terdapat 8 butir, tapi untuk saat ini penjabaran sila kedua Pancasila menjadi 10 butir. Secara umum, isi butir-butir Pancasila terbaru itu tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Namun lebih komprehensif sehingga diharapkan bisa menjadi panduan bagi warga Indonesia dalam berperilaku sesuai sila Kemanusiaan yang adil dan beradab itu.


Sila ketiga: Persatuan Indonesia


  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Kalau pada butir -butir Pancasila sebelumnya, di sila ketiga ini hanya terdapat lima butir, sekarang penjabarannya menjadi tujuh butir. Butir tambahan yang penting dalam sila ini terutama pada butir ke-5 dan ke-6.


Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaran / perwakilan


  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.

  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

  6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Sebelumnya terdapat tujuh butir untuk penjebaran sila ke-4 Pancasila ini. Kemudian berdasar Tap MPR tersebut untuk sila ini sekarang menjadi 10 butir. Isi dari butir-butir sila keempat diharapkan bisa mengaktualisasikan perkembangan terkini sehingga dapat menjadi pedoman warga dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

  4. Menghormati hak orang lain.

  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.

  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.

  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

  9. Suka bekerja keras.

  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Jika sebelumnya terdapat 12 butir untuk penejlasan sila kelima, maka setelah peruabahan butir sila kelima itu berjumlah 11. Pada butir sila kelima ini menitikberatkan pada upaya dan sikap untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dengan mengedepankan perilaku baik kita sebagai orang Indonesia.


Fungsi Pancasila secara Lengkap


Mungkin setelah kita belajar apa itu Pancasila, sempat terlintas pertanyaan,“trus apa fungsi Pancasila itu? Okelah sebagai dasar negara Indonesia, tapi apakah hanya itu?”


Untuk mengetahui lebih lengkap apa saja fungsi Pancasila itu berikut ini penjelasannya.


1. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia

Negara manapun pasti punya dasar negara. Demikian juga negara kita. Dasar atau pondasi itu yang akan menjadi pijakan untuk pembangunan berikutnya. Dengan memiliki dasar negara, maka kita pun menjadi jelas mau mengarahkan kemana gerak negara ini.


Sebagai dasar negara, Pancasila juga menjadi sumber dari segala sumber hukum. Dengan begitu, peraturan hukum apapun yang dibuat tak boleh bertentangan dengan Pancasila.


2. Fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup

Manfaat lain dari pancasila adalah sebagai pedoman dan petunjuka kehidupan bangsa. Sila-sila dari pancasila ini bersumber dari nilai dan budaya bangsa Indonesia. Dengan memiliki pedoman hidup seperti ini, diharapkan nilai-nilai asli bangsa Indonesia akan tetap terjaga dan tidak tercerbaut dari akarnya.


Nilai-nilai luhur yang terdapat pada Pancasila ini diharapka bisa menjadi pedoman dalam menjalani hidup sehari-hari. Baik untuk hubunagn dengan lingkungan sekitar, bermasyarkat, maupun dengan Tuhan Yang Maha Esa.


3. Pancasila merupakan jiwa bangsa Indonesia

Fungsi Pancasila sebagai ruh atau jiwa bangsa ini adalah sebagai ciri khas. Kita tahu bangsa Indonesai itu memiliki ciri-ciri yang adi-luhung seperti suka membantu orang lain, ramah, senang bergotong-royong. Nilai-nilai baik diharapkan bisa menjadi jiwa seluruh elemen dalam bergerak membangun bangsa.


4. Pancasila adalah kepribadian bangsa

Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman diharapkan seluruh warga negara Indonesia tidak akan luncur rasa ke-Indonesiaaannya. Orang indonesaia akan tetap dengan karakternya yang baik, saling menghormati, mengutamakan musyawarah. Memiliki kepribadian yang genuine ini sangat penting gar kita tidak mudah terombang-ambing dalam globalisasi saat ini.


5. Pancasila merupakan ideologi Indonesia

Sebagai sebuah ideologi, Pancasila menjadi konsep, dasr sekaligus cita-cita akan Indonesia yang ideal. Dengan mengejawantahkan prinsip-prinsip pada Pancasila itu, Indonesia yang sejahtera dan berkpribadian diharapkan dapat terwujud.


6. Fungsi Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum

Semua peraturan maupun hukum yang dibuat haruslah bersumber dan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. Dengan demikian, semua penyelnggara memiliki pandangan yang sama mengenai acuan sumber pembuatan aturan tersebut.


7. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa

Seperti dijelaskan dalam pembukaan UUD 1945, tujuan bangsa Indonesia adalah untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur, baik secara materiil maupun spiritil berdaar Pancasila. Itulah gambaran masyakarat Indonesia ideal yang terus kita kejar dan coba wujudkan.


8. Pancasila adalah falsafah hidup bangsa

Pancasila memiliki nilai dan norma yang khas Indonesia. Itulah yang dijadikan sebagai falfah dalam melangsungkan penyelenggaraan negara maupun dalam kehidupan berbangsa.


Itulah beberapa fungsi Pancasila baik kita untuk warga negara maupun untuk para penyelenggara pemerintahan. Pancasila memang memilki banyak fungsi yang pada intinya untuk menyatukan visi dan arah kita sebagai sebuah bangsa demi menuju cita-cita yang kita idam-idamkan bersama.


Pengertian Demokrasi Pancasila


Sebagai sebuah falsafah bangsa, Pancasila juga dijadikan sebagai pedoman dalam berdemokrasi. Secara singkat, pengertian Demokrasi Pancasila itu adalah paham demokrasi yang sumbernya berasal dari falfah dan kepribadian bangsa Indonesia.


Bila diuraikan dengan lebih mendetail, demokrasi pancasila itu memiliki sejumlah ciri, seperti:


  • Terdapat pemilu yang dilakukan dengan asas luber dan jurdil

  • Pemerintah diselenggarakan sesuai konstitusi

  • Terdapat penghormatan terhadap Hak Asai manusia (HAM)

  • Mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan

  • Mengutamakan kepentingan umum dibanding golongan

Adapun fungsi Demokrasi Pancasila itu adalah:


  • Untuk menjamin seluruh rakyat Indonesia dapat ikut serta dalam pemilu

  • Untuk menjamin tetap tegak dan berdirinnya negara Republik Indonesia

  • untuk tetap tegaknya sistem konstitusional demi keberlangsungan NKRI

  • untuk menjamin tegaknya hukum yang bersumber dari Pancasila

  • untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bertanggung jawab

Sejarah Lahirnya Pancasila


Usai mengenal pengertian dan isi Pancasila, coba sejkarnag kita melongok ke belakang sejenak buat mengenai bagaimana riwayat Pancasila ini lahir. Kalau untuk hari lahir Pancasila sendiri diperingati tiap tanggal 1 Juni. Tahu kira-kira kenapa tanggal itu yang dijadikan sebagai hari lahir Pancasila?


Sebab pada 1 Juni 1945 itu pertama kali kata “Pancasila” diucapkan. ketika itu founding father kita, Bung Karno menyebutkan kata Pancasila saat berpidato di sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).


Seperti berikut ini pidato Bung Karno ketika itu:


“Dasar negara, yakni dasar untuk di atasnya didirikan Indonesia Merdeka, haruslah kokoh kuat sehingga tak mudah digoyahkan.


Bahwa dasar negara itu hendaknya jiwa, pikiran-pikiran yang sedalam-dalamnya, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi.


Dasar negara Indonesia hendaknya mencerminkan kepribadian Indonesia dengan sifat-sifat yang mutlak keindonesiaannya dan sekalian itu dapat pula mempersatukan seluruh bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, aliran, dan golongan penduduk,”


Dasar negara yang saya usulkan. Lima bilangannya. Inilah Panca Dharma? Bukan! Nama Panca Dharma tidak tepat di sini. Dharma berarti kewajiban, sedang kita membicarakan dasar.


Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya menamakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa (Muhammad Yamin) namanya Pancasila. Sila artinya asas atau dasar dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia kekal dan abadi.”


Atas dasar itulah kemudian Hari Kelahiran Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Pidato Bung Karno itu kemudian dibukukan oleh Ketua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan diberi judul “Lahirnya Pancasila”. Buku tersebut terbit pertama kali pada tahun 1947.


Dalam buku yang berisi pidato Bung karno itu, Dr. Radjiman Wedyodiningrat memberikan pengantar berikut, seperti dikutip dari Wikipedia.


”Bila kita pelajari dan selidiki sungguh-sungguh “Lahirnya Pancasila” ini, akan ternyata bahwa ini adalah suatu Demokratisch Beginsel, suatu Beginsel yang menjadi dasar Negara kita, yang menjadi Rechtsideologie Negara kita; suatu Beginsel yang telah meresap dan berurat-berakar dalam jiwa Bung Karno, dan yang telah keluar dari jiwanya secara spontan, meskipun sidang ada dibawah penilikan yang keras dari Pemerintah Balatentara Jepang. Memang jiwa yang berhasrat merdeka, tak mungkin dikekang-kekang! Selama Fascisme Jepang berkuasa dinegeri kita, Demokratisch Idee tersebut tak pernah dilepaskan oleh Bung Karno, selalu dipegangnya teguh-teguh dan senantiasa dicarikannya jalan untuk mewujudkannya. Mudah-mudahan ”Lahirnya Pancasila” ini dapat dijadikan pedoman oleh nusa dan bangsa kita seluruhnya dalam usaha memperjuangkan dan menyempurnakan Kemerdekaan Negara.”


Dalam perkembangan selanjutnya, saat Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, kemudian sehari sesudahnya yakni pada 18 Agustus 1945 disahkan Undang-Undang Dasar 1945 dimana dalam Pembukaan UUD 1945 itu didalamnya termaktub isi mengenai lima prinsip Pancasila ini. Berikut ini isi Pancasila yang tertuang dalam alenia ke-4 Pembukaan UUD 1945:


“Kemudian dari pada itu untuk dapat membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia serta seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi serta keadilan sosial maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang suatu Dasar Negara Indonesia yang berbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil serta beradab, Persatuan Indonesia, serta Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta untuk mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”


Ditetapkannya Pancasila sebagai dasar negara ini karena dirasa tepat dan dapat diterima oleh semua pihak. Selain memang sesuai dengan filosofi, karakter bangsa, dan latar belakang Indonessia yang memiliki keragaman begitu luar biasa.


Demikianlah informasi mengenai Pancasila ini. Mungkin kalau kamu sedang diberi tugas di sekolah untuk membuat makalah bisa gunakan ini sebagai referensi.





Source

Recreation online Domino Qiu Qiu

Agen domino qiu qiu dewa poker online poker88. Sanadomino adalah agen judi poker on-line terpercaya yang menyediakan five games dalam satu internet site. Jackpot domino © copyright sanadomino, Dominoqiu agen domino ninety nine bandar domino qq bandar. Dominoqiu adalah agen judi poker online, agen domino ninety nine, domino qiu qiu, five game dalam 1 net poker, domino, ceme, ceme keliling, stay poker dan capsa. Poker on-line dewapoker situs domino qiu qiu online. Feraripoker adalah agen dewa poker online uang asli yang menawarkan 4 permain seperti domino qiu qiu on-line, online uang asli yang menyediakan 4 recreation. Dominoqiu agen domino 99 bandar ceme online. Dominoqiu adalah agen judi poker online, agen domino ninety nine, domino qiu qiu, domino qq, bandar ceme on line, cashback zero.5% five sport dalam 1 internet poker, domino. Domino qiuqiu facebook. Domino qiuqiu paling popular sport di asia. Fb. E-mail or cellphone password forgot account? Domino qiuiqiu. 2.3k. 189. Kegiatan baru on line ~!!! 235. 17. New mango domino ninety nine qiuqiu google play. Sep 25, 2016 now, you may play domino ninety nine with mango indoplay on line! * Domino qq / qiu qiu * poker 99 / poker qq * poker ★different amusing video games in indoplay. We did no longer locate consequences for game online domino qiu qiu. Poker online dewapoker situs domino qiu qiu on-line. Feraripoker adalah agen dewa poker online uang asli yang menawarkan four permain seperti domino qiu qiu on line, online uang asli yang menyediakan 4 sport.

agen poker terpercaya

On Line Casino On Line Asia

Casino On Line Terpercaya

Dominoqiu agen domino 99 bandar domino qq bandar. Domino qiu qiu, domino qq, bandar ceme on line, dominoqiu adalah situs domino qq yang menyediakan recreation poker on line (zynga poker / poker facebook), Qiu qiu on line agen domino ninety nine domino qiuqiu. Dominoqq288 situs judi domino qiuqiu online dan agen domino ninety nine tempat bermain domino qq uang asli nikmatilah semua recreation domino qiuqiu yang. Poker online agen poker poker on-line indonesia. Domino qq, domino ninety nine, bandar ceme, domino qiu qiu terpercaya. Qilinpoker poker on line, domino ninety nine poker on line indonesia yang menyediakan recreation poker on-line. Check spelling or type a new query. Domino qiu qiu video games. Pick out from our domino qiu qiu video games. Domino qiu qiu simce three grave snookerpool desk zuma evenge trial x triam misplaced island of treature northern. Maybe you would love to analyze greater approximately such a? Poker on-line agen poker poker on-line indonesia. Domino qq, domino 99, bandar ceme, domino qiu qiu terpercaya. Qilinpoker poker online, domino 99 poker online indonesia yang menyediakan sport poker on-line.

Poker Judi

Panduan domino online qiu qiu on line indonesia. Qiu qiu on-line indonesia. Qq288 adalah internet site recreation domino qiuqiu terbesar di kalangan perjudian indonesia dan asia. Kami mengukuhkan tekad untuk. Dominoqiu agen domino 99 bandar ceme on line. Dominoqiu adalah agen judi poker on line, agen domino ninety nine, domino qiu qiu, domino qq, bandar ceme online, cashback zero.Five% 5 recreation dalam 1 internet poker, domino. Domino qiu qiu on-line midas303™ midas.Poker. Midas303™ domino qq adalah raja qiu qiu on line dan fitur ‘avatar creator’ untuk membuat profile photograph game anda, klik disini; permainan domino qiu qiu. Domino qiu qiu dominoqq recreation. Domino qiu qiu dominoqq game. Down load domino qiu qiu games unfastened games at games.Fm. Select from our download domino qiu qiu video games. Domino qiuqiu ninety nine(kiukiu) android apps on google play. Domino qiuqiu boyaa, game playing cards with flavor indonesia # 1! Free. Dominoes play it for free. Jogatina the excellent on line domino game in indonesia. Free. Dominoqiu agen domino 99 bandar ceme on line. Dominoqiu adalah agen judi poker online, agen domino ninety nine, domino qiu qiu, domino qq, bandar ceme online, cashback 0.Five% five game dalam 1 internet poker, domino.

Cara Bermain Ceme Online

Dominoqiu agen domino ninety nine bandar domino qq bandar. Domino qiu qiu, domino qq, bandar ceme on line, dominoqiu adalah situs domino qq yang menyediakan game poker on-line (zynga poker / poker facebook), Poker on line agen poker poker on line indonesia. Domino qq, domino ninety nine, bandar ceme, domino qiu qiu terpercaya. Qilinpoker poker online, domino 99 poker on line indonesia yang menyediakan game poker on line. Domino qiu qiu dominoqq sport. Domino qiu qiu dominoqq recreation. Domino qiu qiu video games. Pick from our domino qiu qiu games. Domino qiu qiu simce 3 grave snookerpool table zuma evenge trial x triam lost island of treature northern. New mango domino 99 qiuqiu google play. · now, you can play domino ninety nine with mango indoplay on line! * Domino qq / qiu qiu * poker 99 / poker qq * poker ★other a laugh games in indoplay. Panduan domino on line qiu qiu on-line indonesia. Qiu qiu online indonesia. Qq288 adalah website sport domino qiuqiu terbesar di kalangan perjudian indonesia dan asia. Kami mengukuhkan tekad untuk mempersembahkan. Unfastened down load aplikasi recreation judi poker qiu qiu on-line di hp. Qiuqiuonlinedihp/ unfastened down load aplikasi recreation judi poker qiu qiu on-line di sport judi poker qiu qiu on-line di hp, judi poker domino online. Recreation domino bet qq qiu qiu on line with the aid of domino88.Asia. Recreation poker facebook, judi domino on line, kartu domino, nagapoker, poker on line domino qiu qiu, qiu qiu, domino qq, sport domino, sport domino qq, recreation.

Domino qiu qiu on-line midas303™ midas.Poker. Midas303™ domino qq adalah raja qiu qiu online dan fitur ‘avatar creator’ untuk membuat profile photograph game anda, klik disini; permainan domino qiu qiu.

Dominoqiu agen domino 99 bandar ceme online. Dominoqiu adalah agen judi poker online, agen domino 99, domino qiu qiu, domino qq, bandar ceme online, cashback 0.5% 5 game dalam 1 web poker, domino.
Domino qiu qiu dominoqq game. Domino qiu qiu dominoqq game.



Source

Tentang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)


Sejarah PDIP



Indonesia Bangkit PDIP


Bahwa PDI Perjuangan merupakan partai politik yang sebenarnya adalah partai yang secara langsung memiliki tali kesejarahan dengan partai politik masa orde lama. PDI Perjuangan sebenarnya kelanjutan dari Partai Demokrasi Indonesia yang berdiri pada tanggal 10 Januari 1973. Partai Demokrasi Indonesia itu lahir dari hasil fusi 5 (lima) partai politik.






Kelima partai politik tersebut yaitu :




1. Partai Nasional Indonesia (PNI)



PNI didirikan Bung Karno tanggal 4 Juli 1927 di Bandung. Dengan mengusung nilai-nilai dan semangat nasionalisme, PNI kemudian berkembang pesat dalam waktu singkat. Karena dianggap berbahaya oleh penguasa kolonial, tanggal 29 Desember 1929 semua kantor dan rumah pimpinan PNI digeledah. Bung Karno, Maskun, Supriadinata dan Gatot Mangkupraja ditangkap. Berdasarkan keputusan yang ditetapkan Raad van Justitie tanggal 17 April 1931, mereka dipidana penjara. Keputusan ini diartikan mencap PNI sebagai suatu organisasi yang terlarang. Setelah tanggal 3 November 1945 keluar Maklumat Pemerintah tentang pembentukan Partai Politik. Dengan landasan tersebut, tanggal 29 Januari 1946 di Kediri PNI dibentuk oleh partai-partai yang tergabung dalam Serikat Rakyat Indonesia atau di kenal dengan Serrindo pada waktu itu, PNI Pati, PNI Madiun, PNI Palembang, PNI Sulawesi, kemudian Partai Republik Indonesia Madiun, Partai Kedaulatan Rakyat Yogya, dan ada beberapa lagi partai kecil lainnya yang berada di Kediri. Fusi ini terjadi ketika ada Konggres Serrindo yang pertama di Kediri. Dalam Kongres tersebut PNI dinyatakan memiliki ciri Sosio-Nasionalisne-Demokrasi yang merupakan asas dan cara perjuangan yang dicetuskan Bung Karno untuk menghilangkan kapitalisme, imperialisme dan kolonialisme. Pengunaan asas ini diasosiasikan sebagai "kebangkitan kembali PNI 1927" yang pernah didirikan Bung Karno.




2. Partai Kristen Indonesia (Parkindo)



Parkindo adalah partai yang didirikan karena ada maklumat pada waktu itu, ia baru berdiri tahun 1945 tepatnya pada tanggal 18 November 1945 yang diketuai Ds Probowinoto.



Parkindo merupakan penggabungan dari partai-partai Kristen lokal seperti PARKI (Partai Kristen Indonesia) di Sumut, PKN (Partai Kristen Nasional) di Jakarta dan PPM (Partai Politik Masehi) di Pematang Siantar.




3. Partai Katolik



Partai Katolik lahir kembali pada tanggal 12 Desember 1945 dengan nama PKRI (Partai Katolik Republik Indonesia) merupakan kelanjutan dari atau sempalan dari Katolik Jawi, yang dulunya bergabung dengan partai Katolik. Sebenarnya partai ini pada tahun 1917-an itu sudah ada. Partai ini berdiri pada tahun 1923 di Yogyakarta yang didirikan oleh umat Katolik Jawa yang diketuai oleh F.S. Harijadi kemudian diganti oleh I.J. Kasimo dengan nama Pakepalan Politik Katolik Djawi (PPKD). Pada Pemilu 1971 Partai Katolik meraih 606.740 suara (1,11%) sehingga di DPR mendapat 3 kursi.




4. Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI)



IPKI atau Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia adalah partai yang didirikan terutama oleh tentara. IPKI sejak lahirnya mencanangkan Pancasila, semangat proklamasi dan UUD 1945 sebagai cirnya. Tokoh dibalik pendirian IPKI adalah AH. Nasution, Kol Gatot Subroto dan Kol Azis Saleh. Kelahirannya didasari oleh UU No. 7 tahun 1953 tentang Pemilu 1955.



Dalam pemilu itu anggota ABRI aktif dapat dipilih melalui pemilu dan duduk di Konstituante. IPKI didirikan pada tanggal 20 Mei 1954 kurang lebih satu tahun sebelum pemilu tahun 1955 yang berlangsung bulan September. Waktu itu, Jenderal Besar Nasution yang berpangkat kolonel, terlibat pada peristiwa yang sangat terkenal yaitu peristiwa 27 Oktober.



Kedekatan dengan Golkar, menjelang Deklarasi PDI 1973 IPKI pernah berpikir untuk bergabung ke Golkar. Tanggal 12 Maret 1970 Presiden Soeharto memberi jawaban atas permintaan Achmad Sukarmadidjaja bahwa IPKI bisa bergabung ke Golkar dengan syarat harus membubarkan diri lebih dahulu.



IPKI cukup spesifik dan memiliki dukungan yang konkrit menurut pemilu 1955 kecuali sedikit di Jawa Barat, demikian juga dengan Murba. Hanya memiliki dukungan yang sangat sedikit di Jawa Barat kurang lebih 290.000-an orang. Pada Pemilu 1971 IPKI hanya mampu memperoleh 388.403 (0,62 %) sehingga tidak mendapat satupun kursi di DPR.




5. Murba



Murba didirikan pada tanggal 7 November 1948 setelah Tan Malaka keluar dari penjara. Murba adalah gabungan Partai Rakyat, Partai Rakyat Jelata dan Partai Indonesia Buruh Merdeka.Menurut data Kementrian Penerangan RI tentang "Kepartaian di Indonesia" seri Pepora No. 8, Jakarta, 1981, istilah Murba mengacu pada pengertian "golongan rakyat yang terbesar yang tidak mempunyai apa-apa, kecuali otak dan tenaga sendiri".



Asas partai ini antifasisme, anti imperialisme-kapitalisme dengan tujuan akhirnya mewujudkan masyarakat sosialisme.Meski program Murba membela rakyat kecil dan kaum tertindas, dukungan riil rakyat terhadap Murba kurang begitu kuat. Terbukti dalam Pemilu 1971 partai ini tidak memperoleh satu pun kursi di DPR karena hanya mampu meraih 48.126 suara (0,09 %).




Proses fusi terjadi sebenarnya hanya untuk menjamin kemenangan kekuatan Orde Baru. Pada saat itu penguasa Orde Baru mengaktifkan Sekretariat Bersama (Sekber) Golongan Karya (Golkar) yang proses pembentukannya didukung oleh militer. Tap MPRS No.XXII/MPRS/1966 tentang Kepartaian, Keormasan, dan Kekaryaan disebutkan agar Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Gotong royong (DPR-GR) segera membuat Undang-Undang untuk mengatur kepartaian, keormasan dan kekaryaan yang menuju pada penyederhanaan. Gagasan agar supaya fusi untuk pertama kali tahun 1970.




Namun pemerintah Orde Baru saat itu tetap menginginkan pengelompokan sesuai yang diajukan sebelumnya hingga akhirnya gagasan yang diusulkan oleh tokoh-tokoh tersebut tidak pernah terwujud.



Pada tanggal 9 Maret 1970 pertemuan pimpinan lima partai tersebut berlanjut ditempat yang sama dengan agenda pokok yaitu penyelesaian deklarasi atau pernyataan bersama dan pokok-pokok pikiran selanjutnya. Dalam pertemuan ini berhasil membentuk tim perumus yang terdiri dari Mh. Isnaeni, M Supangat, Murbantoko, Lo Ginting dan Sabam Sirait. Tim perumus menghasilkan "Pernyataan Bersama" yang ditanda tangani oleh ketua partai masing-masing, yakni Hardi (PNI), M Siregar (Parkindo), VB Da Costa (Partai Katolik), achmad sukarmadidjaja (IPKI) dan Sukarni (Murba).




Setelah melalui proses yang panjang akhirnya pada tanggal 10 Januari 1973 tepat jam 24.00 dalam pertemuan Majelis Permusyawaratan Kelompok Pusat (MPKP) yang mengadakan pembicaraan sejak jam 20.30 di Kantor Sekretariat PNI di Jalan Salemba Raya 73 Jakarta, Kelompok Demokrasi dan Pembangunan melaksanakan fusi 5 Partai Politik menjadi satu wadah Partai yang bernama Partai Demokrasi Indonesia meskipun pada awal fusi sebenarnya muncul 3 (tiga) kemungkinan nama untuk fusi menjadi :




1. Partai Demokrasi Pancasila



2. Partai Demokrasi Pembangunan



3. Partai Demokrasi Indonesia




Deklarasi ditandatangani oleh wakil kelima partai yaitu MH. Isnaeni dan Abdul Madjid mewakili Partai Nasional Indonesia, A. Wenas dan Sabam Sirait Mewakili Partai Kristen Indonesia, Beng Mang Rey Say dan FX. Wignyosumarsono mewakili Partai Katolik, S. Murbantoko R. J. Pakan mewakili Partai Murba dan Achmad Sukarmadidjaja dan Drs. Mh. Sadri mewakili Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI). Dengan dideklarasikannya fusi kelima partai tersebut, maka lahirlah Partai Demokrasi Indonesia.



Setelah deklarasi fusi tersebut, selanjutnya untuk memenuhi poin 3 Deklarasi fusi, dibentuk tim penyusun Piagam Perjuangan, AD/ART, struktur organisasi dan prosedur yang diperlukan melaksanakan fusi tersebut.



Tim yang dikenal sebagai Tim 10 itu semula diketuai Sunawar Sukowati (PNI) tapi kemudian diganti Sudjarwo (PNI) karena penugasan Sunawar sebagai duta besar.




Pada tanggal 13 Januari 1973 Majelis Pimpinan Partai (MPP) terbentuk, Sabtu 14 Januari 1973 jam 01.20 pagi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) berhasil menyusun struktur dan personalia Dewan Pimpinan Pusat sampai terselenggaranya Kongres Nasional. Susunan kepengurusan DPP PDI sebagai berikut :



I. MAJELIS PIMPINAN PUSAT (beranggotakan 25 orang) :



II. DEWAN PIMPINAN PUSAT (beranggotakan 11 orang)




DPP PDI bersama Tim 10 pada tanggal 8-10 Juni 1973 di Cibogo Bogor berhasil menyelesaikan AD/ART PDI dan telah disahkan dalam rapat DPP PDI tanggal 26 Juli 1973 serta dikukuhkan dalam rapat MPP PDI di kediaman hasyim Ning pada tanggal 4 Agustus 1973.



Sementara Piagam dan Program Perjuangan Partai dikukuhkan dalam rapat MPP PDI tanggal 19-20 September 1973.




Untuk memenuhi poin 4 Deklarasi Fusi, kelima partai yakni PNI, Parkindo, Partai Katolik, IPKI, Murba mengadakan forum internal masing-masing partai. PNI menyelenggarakan Munas tanggal 27-28 Januari 1973 di Jakarta yang memutuskan bahwa masalah fusi dengan partai-partai lain tidak dipersoalkan dan menyetujui kebijakan DPP PNI dalam menghadapi fusi. Parkindo mengadakan Sidang Dewan Partai VII yang diperluas pada tanggal 8-10 Juli 1973 di Sukabumi hasilnya menyetujui kebijakan DPP Parkindo berfusi dalam PDI.




Kongres I PDI berlangsung dari tanggal 12 - 13 April 1976. Pelaksanaan Kongres I ini sempat tertunda-tunda akibat adanya konflik internal. Di dalam Kongres I ini intervensi pemerintah sangat kuat, pemerintah memplot Sanusi Hardjadinata agar terpilih. Dan hasilnya Sanusi Hardjadinata terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP PDI.




Namun Kongres II PDI tetap berlangsung pada tanggal 13-17 Januari 1981 mengambil tema : "Dengan Menggalang Persatuan dan Kesatuan Dalam Rangka Memantapkan Fusi, Meningkatkan Peranan dan Partisipasi PDI Untuk Mensukseskan Pembangunan".Di dalam Kongres II ini campur tangan pemerintah semakin kuat. Meskipun ada keberatan terhadap pelaksanaan Kongres tersebut, Kongres II PDI tetap berjalan. Pemerintah tetap mengizinkan penyelenggaraan Kongres tersebut dan Presiden Soeharto yang membuka acara Kongres II PDI. Di dalam Kongres II PDI menghasilkan kesepakatan-kesepakatan diantara partai-partai pendukung PDI yang berkonflik. Kongres II PDI akhirnya menyepakati bahwa fusi telah tuntas.





Akhirnya Kongres III PDI diselenggarakan sebelum Pemilu yaitu pada tanggal 15-18 April 1986 di Wisma haji Pondok Gede, Jakarta. Kongres III dapat diselenggarakan karena Sunawar Soekawati meninggal dunia. Di dalam Kongres ini semaki menegaskan kuatnya ketergantungan PDI pada Pemerintah.



Kongres III PDI gagal dan menyerahkan penyusunan pengurus kepada Pemerintah. Pada waktu itu yang berperan adalah Mendagri Soepardjo Rustam, Pangab Jenderal Benny Moerdani dan Menteri Muda Sekretaris Kabinet Moerdiono. Konflik internal terus berlanjut sampai dengan dilaksanakannya Kongres IV PDI di Medan.




Kongres IV PDI diselenggarakan tanggal 21-25 Juli 1993 di Aula Hotel Tiara, Medan, Sumatera Utara dengan peserta sekitar 800 orang. Dalam Kongres tersebut muncul beberapa nama calon Ketua Umum yang akan bersaing dengan Soerjadi, yakni Aberson Marle Sihaloho, Budi Hardjono, Soetardjo Soerjogoeritno dan Tarto Sudiro, kemudian muncul nama Ismunandar yang merupakan Wakil Ketua DPD DKI Jakarta. Budi Hardjono saat itu disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang didukung Pemerintah. Tarto Sudiro maju sebagai calon Ketua Umum didukung penuh oleh Megawati Soekarnoputri. Saat itu posisi Megawati belum bisa tampil mengingat situasi dan kondisi politik masih belum memungkinkan.




Kongres IV PDI di Medan dibuka oleh Presiden Soeharto dan acara tersebut berjalan lancar. Namun beberapa jam kemudian acara Kongres menjadi ricuh karena datang para demonstran yang dipimpin oleh Jacob Nuwa Wea mencoba menerobos masuk ke arena sidang Kongres namun dihadang satuan Brimob. Acara tetap berlangsung sampai terpilihnya kembali Soerjadi secara aklamasi sebagai Ketua Umum, namun belum sampai penyusunan kepengurusan suasana Kongres kembali ricuh karena aksi demonstrasi yng dipimpin oleh Jacob Nuwa Wea berhasil menerobos masuk ke arena Kongres.




Kondisi demikian membuat pemerintah mengambil alih melalui mendagri Yogie S Memed mengusulkan membentuk caretaker. Dalam rapat formatur yang dipimpin Latief Pudjosakti Ketua DPD PDI jatim pada tanggal 25-27 Agustus 1993 akhirnya diputuskan susunan resmi caretaker DPP PDI . Setelah gagalnya Kongres IV PDI yang berlangsung di Medan, muncul nama Megawati Soekarnoputri yang diusung oleh warga PDI untuk tampil menjadi Ketua Umum. Megawati Soekarnoputri dianggap mampu menjadi tokoh pemersatu PDI.




Dukungan tersebut muncul dari DPC berbagai daerah yang datang kekediamannya pada tanggal 11 September 1993 sebanyak lebih dari 100 orang yang berasal dari 70 DPC. Mereka meminta Megawati tampil menjadi kandidat Ketua Umum DPP PDI melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar pada tanggal 2-6 Desember 1993 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.




Dukungan terhadap Megawati semakin kuat dan semakin melejit dalam bursa calon Ketua Umum DPP PDI. Muncul kekhawatiran Pemerintah dengan fenomena tersebut. Pemerintah tidak ingin Megawati tampil dan untuk menghadang laju Megawati ke dalam bursa pencalonan Ketua Umum, dalam acara Rapimda PDI Sumatera Utara tanggal 19 Oktober 1993 yang diadakan dalam rangka persiapan KLB muncul larangan mendukung pencalonan Megawati.




Kendati penghadangan oleh Pemerintah terhadap Megawati untuk tidak maju sebagai kandidat Ketua Umum sangat kuat, keinginan sebagian besar peserta KLB untuk menjadikan Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDI tidak dapat dihalangi hingga akhirnya Megawati dinyatakan sebagai Ketua Umum DPP PDI periode 1993-1998 secara de facto.




Untuk menyelesaikan konflik PDI, beberapa hari setelah KLB, Mendagri bertemu Megawati, DPD-DPD dan juga caretaker untuk menyelenggarakan Munas dalam rangka membentuk formatur dan menyusun kepengurusan DPP PDI. Akhirnya Musyawarah Nasional (Munas) dilaksanakan tanggal 22-23 Desember 1993 di Jakarta dan secara de jure Megawati Soekarnoputri dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP PDI.



Dalam Munas ini dihasilkan kepengurusan DPP PDI periode 1993-1998. Berakhirnya Munas ternyata tidak mengakhiri konflik internal PDI.




Kelompok Yusuf Merukh membentuk DPP PDI Reshuffle walau tidak diakui oleh Pemerintah namun kegiatannya tidak pernah dilarang. Disamping itu kelompok Soerjadi sangat gencar melakukan penggalangan ke daerah-daerah dengan tujuan untuk mendapatkan dukungan menggelar Kongres. Dari 28 pengurus DPP PDI, 16 orang anggota DPP PDI berhasil dirangkulnya untuk menggelar Kongres.




Ketua Umum DPP PDI, Megawati Soekarnoputri menolak tegas diselenggarakannya "Kongres", kemudian pada tanggal 5 Juni 1996, empat orang deklaratir fusi PDI yakni Mh Isnaeni, Sabam Sirait, Abdul Madjid dan Beng Mang Reng Say mengadakan jumpa pres menolak Kongres.Kelompok Fatimah Achmad yang didukung oleh Pemerintah tetap menyelenggarakan Kongres pada tanggal 2-23 Juni 1996 di Asrama Haji Medan dengan didukung penjagaan yang sangat ketat dari aparat keamanan lengkap dengan panser.



Pagar Asrama Haji tempat kegiatan berlangsung ditinggikan dengan kawat berduri setinggi dua meter. Disamping itu di persimpangan jalan dilakukan pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk terhadap orang-orang yang melintas.




Warga PDI yang tetap setia mendukung Megawati demonstrasi secara besar-besaran pada tanggal 20 Juni 1996 memprotes Kongres rekayasa yang diselenggarakan oleh kelompok Fatimah Achmad, demontrasi itu berakhir bentrok dengan aparat dan saat ini dikenal dengan "Peristiwa Gambir Berdarah".



Meskipun masa pendukung Megawati yang menolak keras Kongres Medan, namun Pemerintah tetap mengakui hasil Kongres tersebut. Pemerintah mengakui secara formal keberadaan DPP PDI hasil Kongres Medan dan menyatakan PDI hasil Kongres Medan sebagai peserta Pemilu tahun 1997.




Tanggal 25 Juli 1996 Presiden Soeharto menerima 11 pengurus DPP PDI hasil Kongres Medan yang dipimpin oleh Soerjadi selaku Ketua Umum dan Buttu Hutapea selaku Sekretaris Jenderal. Hal ini semakin membuat posisi Megawati dan para pengikutnya semakin terpojok. Masa pendukung Megawati mengadakan "Mimbar Demokrasi" dihalaman Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro hingga pada tanggal 27 Juli 1996, kantor DPP PDI diserbu oleh ratusan orang berkaos merah yang bermaksud mengambil alih kantor DPP PDI. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Peristiwa "Sabtu Kelabu 27 Juli" yang banyak menelan korban jiwa.




Pasca peristiwa 27 Juli, Megawati beserta jajaran pengurusnya masih tetap eksis walaupun dengan berpindah-pindah kantor dan aktivitas yang dilakukan dibawah pantauan Pemerintah.



Pada Pemilu 1997 Megawati melalui Pesan Hariannya menyatakan bahwa PDI dibawah pimpinannya tidak ikut kampanye atas nama PDI. Pemilu 1997 diikuti oleh PDI dibawah kepemimpinan Soerjadi dan hasil Pemilu menunjukan kuatnya dukungan warga PDI kepada Megawati karena hasil Pemilu PDI merosot tajam dan hanya berhasil meraih 11 kursi DPR.




Tahun 1998 membawa angin segar bagi PDI dibawah kepemimpinan Megawati.Di tengah besarnya keinginan masyarakat untuk melakukan reformasi politik, PDI dibawah kepemimpinan Megawati kian berkibar. Pasca Lengsernya Soeharto, dukungan terhadap PDI dibawah kepemimpinan Megawati semakin kuat, sorotan kepada PDI bukan hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri.Pada tanggal 8-10 Oktober 1998, PDI dibawah kepemimpinan Megawati menyelenggarakan Kongres V PDI yang berlangsung di Denpasar Bali.




Kongres I PDI Perjuangan akhirnya menetapkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan periode 2000-2005 secara aklamasi tanpa pemilihan karena 241 dari 243 DPC mengusulkan nama Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan. Setelah Kongres I PDI Perjuangan tahun 2000, pada tahun 2001 Megawati diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia Ke - 5 menggantikan KH Abdurahman Wahid yang diturunkan dalam Sidang Istimewa MPR-RI. Diangkatnya Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI ke - 5 membawa perubahan pada sikap politik PDI Perjuangan dan cap sebagai partai penguasa melekat di PDI Perjuangan.




Kongres II PDI Perjuangan diselenggarakan pada tanggal 28 - 31 Maret 2005 di Hotel Grand Bali Beach, Denpasar Bali, tempat dimana Kongres V PDI diselenggarakan pada tahun 1998.



Kongres ini selesai 2 hari lebih cepat dari yang dijadwalkan yaitu 28 Maret - 2 April 2005. Menjelang Kongres II PDI Perjuangan diselenggarakan, sudah banyak muncul nama-nama yang akan maju sebagai calon kandidat Ketua Umum DPP PDI Perjuangan antara lain Guruh Soekarnoputra yang digagas oleh Imam Mundjiat Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Laksamana Sukardi, Roy BB Janis, Arifin Panigoro dan Sophan Sophiaan.




Bahwa sesungguhnya cita-cita luhur untuk membangun dan mewujudkan Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, dan makmur serta berkeadaban dan berketuhanan sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan cita-cita bersama dari seluruh rakyat Indonesia.



Sebagai Partai Ideologis berasaskan Pancasila 1 Juni 1945, PDI Perjuangan berperan aktif dalam usaha-usaha untuk mencapai cita-cita bersama di atas.Untuk itu, PDI Perjuangan berketetapan menjadi alat perjuangan dan pengorganisasian rakyat. Sebagai alat rakyat, PDI Perjuangan bertugas untuk:




Pertama, mewujudkan amanat penderitaaan rakyat sebagaimana termaktub dalam cita-cita Negara Proklamasi 17 Agustus 1945.



Kedua, menjaga dan melaksanakan Pancasila 1 Juni 1945 sebagai dasar dan arah berbangsa dan bernegara; sebagai sumber inspirasi dan harapan bagi rakyat; sebagai norma pengatur tingkah laku kebijakan, kelembagaan dan anggota partai; dan sebagai cermin dari keseluruhan jati diri partai.



Ketiga, mengantarkan Indonesia untuk berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagai syarat-syarat minimum bagi perwujudan cita-cita bersama bangsa di atas.




Dalam perjuangan mewujudkan cita-cita bersama bangsa, PDI Perjuangan melaksanakannya melalui pengorganisasian dan perjuangan rakyat untuk mencapai kekuasaan politik dan mempengaruhi kebijakan dengan cara-cara damai, demokratis, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.




Mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;



Membangun masyarakat Pancasila 1 Juni 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, dan makmur;



Menghimpun dan membangun kekuatan politik rakyat;



Memperjuangkan kepentingan rakyat di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya secara demokratis; dan berjuang mendapatkan kekuasaan politik secara konstitusional guna mewujudkan pemerintahan yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dankeadilan sosial.Menjadi alat perjuangan guna membentuk dan membangun karakter bangsa;



Mendidik dan mencerdaskan rakyat agar bertanggung jawab menggunakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara;



Menghimpun, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara;



Menghimpun, membangun dan menggerakkan kekuatan rakyat guna membangun masyarakat Pancasila; dan



Melakukan komunikasi politik dan partisipasi politik warga negara.




Susunan Kepengurusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)




Ketua Umum :



Hj. Megawati Soekarnoputri




Sekretaris Jendral:



Tjahjo Kumolo




Wasekjen Internal:



Eriko Sotarduga



Wasekjen Program:



Achmad Basarah



Wasekjen Kesekretariatan:



Hasto Kristiyanto



Bendahara Umum:



Olly Dondokambey



Bidang Internal:



Rudianto Tjen



Bidang Program:



Juliari Peter Batubara



Ketua Bidang Kehormatan:



Sidharto Danusubroto



Ketua Bidang Politik dan Hubungan antar Lembaga:



Puan Maharani, S.Si




Ketua Bidang Keanggotan, Kaderisasi dan Rekrutmen:



Idham Samawi



Ketua Bidang Organisasi:



Drs. Djarot Saiful Hidayat MS



Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi:



Rano Karno



Ketua Bidang Sumber Daya dan Dana:



Drs. Effendi MS Simbolon, MSi



Ketua Bidang Pertanian, Perikanan dan Kelautan:



Ir. Mindo Sianipar



Ketua Bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja:



dr. Ribka Tjiptaning



Ketua Bidang Pendidikan, Keagamaan dan Kebudayaan:



Prof. Hamka Haq



Ketua Bidang Industri, Perdagangan, Pengusaha Kecil Menengah dan Koperasi:



Ir. Nusyirwan Soejono



Ketua Bidang Perempuan dan Anak:



Dra. Irianti Sukamdani



Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga:



Maruarar Sirait



Ketua Bidang Perumahan, Infrastruktur dan Transportasi:



Drs. I Made Urip



Ketua Bidang Energi dan Pertambangan:



Ir. Bambang Wuryanto



Ketua Bidang Kehutanan dan Perkebunan:



Ir. M. Prakosa



Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan:



Ir. Emir Moeis



Bidang Hukum, HAM dan Peraturan dan Perundangan:



Trimedya Panjaitan, SH, MH



Ketua Bidang Pertahanan dan Hubungan Internasional:



Dr. Andreas Hugo Pareira



Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah:



Komaruddin Watubun






Sumber :


1. Website

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)


2. Blog

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pematangsiantar
Source

Ignition Poker Review for 2019


What Ignition Poker players say about it...





ADD YOUR REVIEW






Add Your Review




To submit a user review and help us rate Ignition PokerPoker, please enter your information:







Ignition Poker Review


Unlike residents of many foreign countries, who can choose from many reputable poker sites, the options for U.S. players are much more limited. Only three states (New Jersey, Nevada, and Delaware) offer legal state-run online poker rooms, which leaves countless numbers of American players in a quandary about where to take their action.


For the past five years, one of the best options was Bovada Poker, but now that popular poker site has closed. Poker players are an impatient lot, so we know that being without a place to play for any length of time can be frustrating. If you have been sitting on the sidelines due to uncertainty about where to play, it’s time to get the ignition restarted. This Ignition Poker Site Review will tell you all about the brand new online poker room that recently acquired Bovada Poker and has since replaced it. If you are a recreational poker player seeking a safe online environment where you can have fun and make money at the same time, Ignition Poker could be the answer.


Why Ignition Poker is a Good Choice


Many poker players like casino games, too. If you are one of them, we have great news for you. Ignition Poker is part of Ignition Casino, so you can switch back and forth between poker and the casino as often as you like on the same site. Like Bovada Poker previously, Ignition Casino uses a single wallet system, so with one account, you are free to play whatever type of game you want without having to log in again. You can even use your accumulated Poker Points to get casino bonus dollars.


If you used to play poker at Bovada and passed on the special offer to transfer to Ignition Poker by September 30, don’t worry. You can still sign up as a new player at Ignition Casino and receive a generous Welcome Bonus. But the bonus isn’t the only reason why joining Ignition Casino (and Ignition Poker) is a good idea. Ignition Poker is a rebranding of Bovada Poker, with the same exact platform, software, and layout. In fact, early reports suggest that the two poker sites are virtually identical. Of course, there may be some small ways that Ignition Poker is not completely identical to Bovada, but the tremendous similarity should make former Bovada players feel very comfortable in their new surroundings.


Don’t Let the Newness of the Site Deter You


As part of this comprehensive, unbiased Review of Ignition Poker, our experts at PokerSites.com do need to caution you, however, that the entire site, not just the poker room is new, which means the jury is still out on its overall quality. The casino was launched in March, 2016 and the acquisition of Bovada Poker which made the addition of the poker room possible wasn’t announced until August, 2016. Usually we are reluctant to recommend a site with so little online experience, in this case not even a year, but based on the strong ties to Bovada Poker, we feel we can make an exception. We stand behind our statement that Ignition Poker is worthy of your consideration.


Ignition Casino has the same parent company, Betting Partners, as Bovada, Bodog, and Slots.lv, all of which are reputable gambling sites known to be responsible operators that treat their customers fairly. Bovada Poker, the site which Ignition Poker was patterned after, has not been online a long time either (only since 2011), but was introduced as an alternative to Bodog for American players when they could no longer legally access the Bodog site. Because of its direct association with the long running (since 1995) and highly respected Bodog Poker, Bovada Poker’s own credibility was enhanced from day 1, but then, over time, Bovada started receiving rave reviews on its own merits. Now Ignition Poker is the new kid on the block riding on Bovada’s coattails, but we think history will repeat itself and Bovada Poker’s replacement will prove as worthy as its predecessor.


By the way, Bovada is not going out of business. Even though you can no longer play poker there, casino games, sports betting, and horseracing are still being offered


Unfortunately, residents of New Jersey, New York, Delaware, Maryland, and Nevada who are not already existing Bovada players won’t be able to take advantage of these options and they won’t be able to play at Ignition Casino (including Ignition Poker) either.


Software


Ignition Poker uses the same proprietary software as Bovada and Bodog Poker. The casino games, on the other hand, are from two different providers, RealTime Gaming (RTG) and Rival.


If you are using your computer to play, in order to have access to the full poker experience, including tournaments, and take advantage of certain advanced features like multi-tabling, you will need to download the software. The website will detect whether your computer is a Windows PC or Mac and direct you to the appropriate installation page. As long as your computer meets the minimum system requirements (which it should if you purchased it within the last five years), installation is a quick and easy process and you should not have any problems. For starters, Windows users will need Windows 7 or later, 1G or greater memory, and 200 MB or greater free disk space. See the website for the other requirements.


If you prefer instant play, you can save yourself the bother of downloading and get the added convenience of being able to access the games on any browser rather than being tied to your own desktop or laptop. However, you lose the ability to play in tournaments. You can still play cash games and Zone Poker (Ignition Poker’s fast-fold poker game).


Your third option is mobile play. This is a great alternative for anyone who is on the go a lot, especially if no computer is available. However, once again, you won’t be able to multi-table or play in tournaments. See the separate Mobile Play section of this Ignition Poker Review for more information about the Ignition Poker mobile platform.


User Friendly, Even for Beginners


Ignition Poker is a very user-friendly site. When you visit the lobby, you will see four big tabs, each describing a different type of poker game: Cash Games, Zone Poker, Sit and Gos, and Scheduled Tournaments. If you click on Cash Games, you will then be asked to specify your buy-in (micro, low, medium, or high) and whether you want fixed limit, pot limit, or no limit. If you click on tournaments, you will also be asked to narrow down your choice. Then the screen will show the buy-in and status (i.e., registering, taking late registration, or running) of the tournament(s) that fit your criteria. As soon as you complete your selection, you will be directed to an open seat.


Ignition Poker Software Special Features


Unlike most poker sites, but like Bovada Poker, Ignition Poker uses Anonymous Tables. If you have played poker online elsewhere, you probably used a screen name, but Ignition Poker players are simply given a seat number and every time you change tables or start a new session, that number changes. The reason for this practice is to make it difficult or impossible for skilled players to track you and follow you around. For the same reason, third party tracking devices are also not allowed and multi-tabling on cash games is limited to just four tables.


While note taking is allowed at the table you are at, the information disappears afterwards and would be useless anyway because there is no way to know one’s opponents ahead of time. This so called “Recreational Poker Model” works fine for casual players since it keeps away the grinders and sharks who would otherwise prey on them. Of course, all the people who try to make a living doing exactly that hate Anonymous Tables.


Mobile Play


Nowadays, given today’s busy lifestyle, it is almost mandatory for online poker rooms to offer the option to access their games not just on a PC, but also on mobile devices. At one time, the best that mobile players could hope for was that the site’s mobile app would be compatible with their phone or tablet and, if so, locate the app and follow the often less than clear instructions for downloading it. Typically, the apps would be device specific, one designed for Apple iOS devices (iPhones and iPads) and another designed for Android devices.


Many online casinos and poker rooms still run their mobile platforms in this manner. However, recent advances in mobile technology have led to the development of a more efficient application, HTML5, which dispenses with the need for downloading and instead allows anyone to access the games instantly from almost any web browser supported device. The Ignition Poker app has this capability, so regardless of what type of mobile device you have: iPhone (4 or higher), iPad, Android, Windows, or BlackBerry, all you have to do is visit www.ignition.eu from your device’s browser. Then, log in to your account and you are good to go!


Or, if you are brand new to Ignition Casino, you can register and make your first deposit on your mobile device and collect your Welcome Bonus, just like on the computer. If you run into any difficulties, either the mobile help section or Customer Support should be a good resource.


Unfortunately, the Ignition Poker mobile platform is not currently set up to allow tournament play, so you will be limited to regular cash games and Zone Poker. In addition, you can only play one game at a time. The good news is that as a real money mobile player, you earn Poker Points and can make deposits and withdrawals, just like you would online. Alternatively, if you wish, you can test the waters with play money.(It is not clear whether the play money option is also available when using the computer.) Lastly and most importantly, Ignition Poker uses the most advanced digital encryption technology available to ensure that playing your favorite cash games for real money on your smartphone or tablet is completely safe.


Welcome Bonus


Not only the overwhelming majority of online casinos, but many poker sites, too, offer new players signing up for the first time the special incentive of a Welcome Bonus. But Ignition Casino goes above and beyond most sites by offering both a casino bonus and a poker bonus simultaneously. Here is how this two-part 100% up to $1,100 First Deposit Welcome Bonus works.


Make an initial deposit up to $1,100. You will then receive the following:



Casino Bonus: 100% bonus up to $1,000


Poker Bonus: 100% bonus up to $100



If you deposit less than the $1,100 maximum, no problem. For example, if you deposit a total of $300, $200 of your Welcome Bonus money will be in the form of a Casino Bonus and the remaining $100 will be for Poker. It is not clear what happens if you deposit $100 or less. If you are a small player, that is probably what you should do, but be sure to ask whether all of your bonus can be used for poker or, if not, what part of it, must be used in the casino.


Ignition Casino is a full service casino, so you will find no shortage of games with which to clear your bonus (and, if you wish, continue playing in addition to poker later). Choose from slots, video poker, and a wide range of table and parlor games. But before you can withdraw your deposit, bonus, and winnings, you will need to satisfy the hefty (but not unreasonable) playthrough requirement of 25x the bonus + deposit. Since only slots and parlor games count 100% and all other games count only 60% or not at all, we recommend that you stick to slots. That should be no problem at all since Ignition Casino has more than 200 of them!


Some of you may be disappointed that the poker portion of the bonus is capped at only $100, especially since there are other poker sites with more generous offers. But the flip side is that the bigger the bonus, the more of your own money you have to spend and the longer it will take to clear it. Ignition Poker, like many other poker sites, releases the bonus in increments, contingent on playing and earning a specified number of Poker Points, rather than giving it to the player all at once. (Details are on the website.) You have 30 days to clear the bonus in its entirety.


Special Bonuses


Royal Flush


Any Texas Hold ‘Em cash game player who gets a Royal Flush wins an extra bonus of 50x the big blind, up to $200.


Bad Beat


To hit the Bad Beat, your losing hold ‘em cash game hand must be Aces Full of Kings or better and the winning hand Four of a Kind or better. In addition, at least three players must have contributed to the pot and the two hands question must use both pocket cards and go to showdown. Satisfy all those conditions and here’s what you win: 100x the big blind, up to a maximum of $1,000.


Tournament Tickets and Casino Bonuses


Every time you play, you earn Poker Points. Provided you have accumulated enough of them, you can convert them any time (prior to June 1 when they expire) to tournament tickets or casino bonuses. Unfortunately, the tiered loyalty rewards program for casino play called Ignition Rewards does not apply to poker


Tell a Friend


Refer as many friends as you like and receive 200% of each friend’s first deposit up to $100. However, before you can withdraw the bonus or any associated winnings, you will need to meet the specified wagering requirements, which you can do either playing poker or casino games. See the website for details.


Banking Methods


Banking is an area where, frankly, Ignition Poker players deserve better, but for now, these are your options.


Deposits:


  • MasterCard

  • Visa

  • American Express

  • Discover

  • Rapid Transfer

  • Bitcoin

Starting 10/1/16, a fee is incurred on all deposits except Bitcoin.


Withdrawals


  • Check by Courier ( Minimum: $100 Maximum: $3,000)

  • Bitcoin (Minimum: $20 Maximum: $3,000)

Bitcoin transactions are processed every three days. Checks take 5-10 business days. See the website for helpful tips on how to set up a Bitcoin account if you don’t already have one.


As mentioned, you can do your banking either online or on your mobile device. Either way, all of your transactions are completely secure.


Traffic


Present traffic is reported to be around 1,000-3,000 players at a time. Considering that this is a brand new site, these figures aren’t bad. The migration of many former Bovada Poker players to Ignition Poker has no doubt given this site a big boost. Expect more growth in traffic as more players learn about this site, especially if it lives up to its expectations and continues to receive favorable reviews.


Poker Formats


Cash Games


Don’t expect to find every variation of poker under the sun on this site. But if you are a casual recreational player, you will probably be perfectly content choosing from the cash games that Ignition Poker does offer: fixed limit, pot limit, and no limit hold ‘em and Omaha and Omaha Hi-Lo. Hold ‘Em is by far the most popular game, and even in the off hours, finding a seat should be no problem. Take your pick from heads-up, 6-max, and 9-max tables. Stakes range from 2 cents/5 cents to $10/$20.


Or, if you want a game with even more of an adrenaline rush, try the fast-fold poker game called Zone Poker. Playing for micro stakes (2 cents/5 cents up to a maximum of 50 cents/$1) might not be everyone’s cup of tea. But the combination of having only 15 seconds to act and having to change tables every time you fold makes for a very fast paced and exciting game.


Tournaments


It’s too bad that the only way to take advantage of the packed tournament schedule on this poker site is to download the software on your computer, but if you do, you won’t be disappointed. Ignition Poker has enough sit and gos and scheduled guaranteed tournaments running daily to suit any player’s tastes and bankroll. Spend as little as $1.10 or as much as $215. There are also plenty of variations to choose from, like turbo, rebuy, and bounty tournaments, just to name a few. But if you want a shot at some really big money ($20K or more for first place), we recommend the Sunday 4 p.m. $100K Guaranteed Tournament. If you can’t afford the $162 entrance fee, you can try the satellite qualifier route.


Then, for those of you for whom no amount of tournament action is too much, you better get some rest while you can because Mad Monday is just ahead. From 1:18 p.m. to 11:18 p.m., a new tournament gets underway every hour!



    A Site You Can Trust


    Given the newness of this online poker room, it is understandable if you might have some reservations about giving Ignition Casino and Ignition Poker a try. However, we can assure you that the site is trustworthy. For starters, it is fully licensed, regulated, and certified by the Kahnawake Gaming Commission This organization, located in the Mowhawk Territory of Kahnawake just outside of Montreal, Canada, also licenses and regulates Bovada and many other well-run online gambling sites and has an excellent reputation. Furthermore, much like Bovada Poker was launched as a rebranding of Bodog Poker, Ignition Poker is a rebranding of Bovada Poker, with the same parent company, software, policies, and games. Based on the favorable feedback early on, there is every reason to believe that Ignition Poker will live up to the quality of its predecessor.


    Ignition Casino, including Ignition Poker, takes its responsibility to maintain the security of the site and fairness of its games very seriously. Through the use of advanced state-of-the-art encryption technology, all financial transactions are fully protected for online and mobile players alike. In addition, the implementation of a “Recreational Poker Model,” including Anonymous Tables, is evidence of this poker site’s dedicated commitment to making sure all players, including beginners, have a fair chance to win



    Reviewed By: Pokersites.com™






    TEST DRIVE Ignition Poker




    Source